HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN AGREGAT BERBEDA UKURAN BUTIRAN DAN KERINGANAN BATA RINGAN CLC
Keywords:
Bata Ringan CLC, Berat Volume, Kuat Tekan, Ukuran Butiran AgregatAbstract
Salah satu jenis bata ringan adalah CLC (Cellular Lightweight Concrete). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai berat volume dan kuat tekan dari bata ringan, dengan menggunakan variasi ukuran butiran agregat. Variasi yang digunakan adalah variasi A dan variasi B dengan persentase berat agregat adalah 25% : 75%, 50% : 50%, dan 75% : 25%. Metode dalam penelitian ini adalah pengujian laboratorium dan menggunakan pasir takari yang telah diayak sesuai dengan komposisi variasi. Pengujian bata ringan terhadap berat volume dan kuat tekan pada umur perawatan 28 hari. Berat volume rata – rata maksimum pada variasi A dengan persentase berat agregat 25% : 75% adalah 1,316 gr/cm3, dan variasi B dengan persentase berat agregat 75% : 25% adalah 1,262 gr/cm3. Kuat tekan rata – rata maksimum pada variasi A dengan persentase berat agregat 25% : 75% adalah 1,935 MPa, dan variasi B dengan persentase berat agregat 75% : 25% adalah 1,833 MPa. Ukuran butiran agregat optimum untuk variasi A yaitu 2,265 dan pada variasi B yaitu 1,730.
One type of lightweight brick is CLC (Cellular Lightweight Concrete). This research aims to determine the value of volume weight and compressive strength of lightweight bricks, using variations of the aggregate grain size. The variations used are variation A and variation B with the percentage of aggregate weight being 25% : 75%, 50% : 50%, and 75% : 25%. The method in this research is laboratory testing and uses Takari sand which has been sifted according to the composition of variations. Testing of lightweight brick on volume weight and compressive strength at 28 days of treatment. The maximum average volume weight in variation A with an aggregate weight percentage of 25% : 75% is 1,316 gr/cm3, and variation B with an aggregate weight percentage of 75% : 25% is 1,262 gr/cm3. The maximum average compressive strength in variation A with an aggregate weight percentage of 25% : 75% is 1,935 MPa, and variation B with an aggregate weight percentage of 75% : 25% is 1,833 MPa. The optimum aggregate grain size for variation A is 2,265 and for variation B is 1,730.
References
Badan Standarisasi Nasional. (2000). SNI 03-2834-2000 (Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal). Jakarta : BSN
Badan Standarisasi Nasional. (2002). SNI 03-2874-2002 (Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung). Jakarta : BSN
Badan Standarisasi Nasional. (2004). SNI 15-2049-2004 (Semen Portland). Jakarta : BSN
Badan Standarisasi Nasional. (2008). SNI 2496:2008 (Spesifikasi Bahan Tambahan Pembentuk Gelembung Udara untuk Beton). Jakarta : BSN
Eban, Kornelis K., Utomo, Sudiyo, & Simatupang, Partogi H. (2018). Perbandingan Kuat Tekan Bata Ringan CLC Menggunakan Pasir Gunung Boleng dan Pasir Takari. Jurnal Teknik Sipil Undana, 7(2), 163-170.
Murdock, L.J. dan Brook, K.M. (1991). Bahan dan Praktek Beton, ed. ke-5. Stephanus Hindarko, penerjemah. Jakarta : Erlangga.
Mulyono, Tri. (2004). Teknologi Beton. Yogyakarta : Andi.
Nugraha, Paul dan Antoni. (2007). Teknologi Beton. Yogyakarta : Andi.
Pah, Jusuf J. S., Sehandi, Krisogonus., & Bella, Rosmiyati A. (2019). Pengaruh Variasi Ukuran Butiran Agreggat Terhadap Kuat Tekan Bata Ringan Jenis CLC. Jurnal Teknik Sipil Undana, 8(1), 81-90.
