KEAKURATAN DEBIT MAKSIMUM METODE NAKAYASU PADA SUNGAI TEMEF

Authors

  • Yulita M. H. Seran Program Studi Teknik Sipil, FST Undana
  • Judi K. Nasjono Program Studi Teknik Sipil, FST Undana
  • Ruslan Ramang Program Studi Teknik Sipil, FST Undana

Keywords:

Keakurasian, Nakayasu, Debit Maksimum

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu daerah yang mengalami kekurangan air permukaan pada musim kemarau, oleh sebab itu daerah ini membutuhkan bangunan air. Karena kekurangan data pengukuran debit sungai yang dibutuhkan dalam manajemen air maka penelitian ini bertujuan untuk mencari debit maksimum Sungai Temef dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu kemudian dibandingkan dengan debit terukur Sungai Temef yang diperoleh dengan menggunakan persamaan kurva lengkung debit. Hasil analisis dengan menggunakan persamaan kurva lengkung debit diperoleh debit maksimum terjadi pada tanggal 3 Januari 2013 sebesar 36,14 m3/dtk. Pada waktu yang sama analisis debit dengan hidrograf satuan sintetik Nakayasu diperoleh sebesar 89,35 m3/dtk. Kemudian analisis dengan menggunakan hidrograf satuan sintetik Nakayasu diperoleh debit maksimum terjadi pada tanggal 9 Maret 2009 sebesar 330,67 m3/dtk, pada waktu yang sama debit terukur diperoleh sebesar 13,80 m3/dtk. Sehingga diperoleh nilai eror untuk HSS Nakayasu sebesar -227,54

East Nusa Tenggara (NTT) is one of the areas that experienced surface water shortages during the dry season, therefore this area needs water construction. Because of the lack of river discharge measurement data needed in water management, this study aims to find the maximum flow of the Temef River using the Nakayasu Synthetic Hydrograph (HSS) and then compared with the measured flow of the Temef River obtained using the curve curve curve equation. The results of the analysis using the equation of the curve of the curve of discharge obtained maximum discharge occurred on January 3, 2013 amounting to 36,14 m3 / sec. At the same time the discharge analysis with the Nakayasu synthetic unit hydrograph was obtained at 89,35 m3 / sec. Then the analysis using the Nakayasu synthetic unit hydrograph obtained the maximum discharge occurred on March 9, 2009 amounting to 330,67 m3 / sec, at the same time the measured discharge was obtained at 13,80 m3 / sec. The error value for Nakayasu HSS was -227,54.

References

Asdak. (2014). Hidrologi dan Pengolahan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Bimbingan, K. P. (2019). Bimbingan Teknis. Bimbingan Teknis Perhitungan Debit Banjir Pada Keterbatasan Data Curah Hujan Satelit, 34-36.
Hadisusanto, N. (2010). Aplikasi Hidrologi. Malang: Jogja Mediautama.
Indriatmoko, R. H. (2007). Aplikasi Sistem Informasi Geografi Untuk Perhitungan Koefisien Aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Jurnal Air Indonesia, 182-190.
Octaviana, R. D. (2009). Analisa Model-Model Hidrograf Satuan SIntetik Pada DAS Tilong. Kupang: Universitas Nusa Cendana.
TTS, F. (2018, Oktober 21). Alasan, Manfaat, dan Data Tekhnis Bendungan Temef. Diambil kembali dari Fakta TTS: http://fakta-tts.com/ragam/2018/alasan-manfaat-dan-data-tekhnis-bendungan-temef/

Downloads

Published

2020-04-30

How to Cite

Seran, Y. M. H. ., Nasjono, J. K. ., & Ramang, R. . (2020). KEAKURATAN DEBIT MAKSIMUM METODE NAKAYASU PADA SUNGAI TEMEF. Jurnal Teknik Sipil, 9(1), 141–152. Retrieved from https://www.sipil.ejournal.web.id/index.php/jts/article/view/355

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.